Terbaru
Showing posts with label politik. Show all posts
Showing posts with label politik. Show all posts
05:20
mengenal Tempat Pengujian Nuklir di Dunia
1. Nevada
Nevada merupakan
tempat yang paling sering dibom nuklir di planet ini. 928 uji coba
nuklir dilakukan di daerah seluas 3.500 km persegi ini yang membentang
dari Nevada sampai Las Vegas antara tahun 1951 dan 1992. Sebanyak lebih
dari 800 uji coba ini dilakukan di bawah tanah. Akibatnya daerah
tersebut meninggalkan bekas kawah subsidence.
Pada awalnya tes
nuklir tersebut hampir menjadi seperti objek wisata. Para mafia berusaha
untuk membangun bisnis judi di Las Vegas dan menawarkan tampilan
ledakan nuklir sebagai daya tarik pengunjung. Ribuan film dan gambar
diambil dan didistribusikan di seluruh dunia. Produksi film sendiri
dibuat di tengah-tengah debu yang tertiup dari ledakan nuklir. Namun,
karena implikasi kesehatan dari tes tersebut, tempat tersebut tidak lagi
menjadi eksploitasi wisata dan mendapat perhatian serius bagi
pemerintah AS.
Telah diungkap
bahwa tingkat kanker di daerah sekitar lokasi tes hampir dua kali lipat
dari penduduk AS rata-rata. Sebuah peningkatan yang signifikan dalam
leukimia juga telah dicatat setelah awal percobaan nuklir. Sejumlah
tuntutan hukum menyatakan masalah kesehatan telah diajukan terhadap
pemerintah AS sejak 1982. Lebih dari $ 500 juta telah dibayarkan sebagai
kompensasi. Pada tahun 2009, situs pengujian nuklir di Nevada resmi
dinyatakan sebagai tempat yang paling terkontaminasi radioaktif kedua di
planet ini setelah Chernobyl.
05:16
Kontroversi ini juga berisiko membuat semua partai
Islam terimbas, padahal mereka sendiri sudah kesulitan mendapatkan
suara, menurut para analis.
Skandal Rusak Citra Partai Islam di Indonesia
Skandal seks, pencucian uang dan suap besar untuk impor daging sapi
telah menghancurkan citra partai Islam terbesar di Indoensia dan dapat
merusak partai-partai Muslim pada pemilihan umum tahun depan.
“Skandal telah memberikan partai-partai Islam citra yang buruk,” ujar Umar S. Bakry dari Lembaga Survei Nasional.
Kontroversi memuncak minggu lalu ketika pengadilan tindak pidana korupsi menghukum mantan presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Luthfi Hasan Ishaaq, 16 tahun penjara karena penyuapan dan pencucian uang terkait impor daging sapi.
Selama penyelidikan, terbuka juga skandal-skandal seks dan pernikahan dengan gadis di bawah umur yang melibatkan Luthfi dan teman dekatnya Ahmad Fathanah, yang dipenjara untuk 14 tahun pada November.
PKS sendiri mengecilkan skandal tersebut dan bersikeras masih berada di jalur yang benar untuk mendapat hasil kuat pada pemilihan legislatif April mendatang.
Namun jajak-jajak pendapat pada beberapa bulan terakhir menunjukkan partai tersebut mendapat suara jauh lebih kecil dibandingkan hampir 8 persen yang didapatnya pada pemilihan-pemilihan 2009, dan ada kemarahan publik terhadap partai ini.
Kontroversi ini juga berisiko membuat semua partai Islam terimbas, padahal mereka sendiri sudah kesulitan mendapatkan suara, menurut para analis.
Lima partai Islam utama, termasuk PKS, mendapat suara gabungan lebih dari 25 persen pada pemilihan legislatif 2009. Meski partai-partai mengira suara mereka terus berkurang pada tahun-tahun terakhir, skandal PKS dapat berarti penurunan itu lebih tajam dan cepat, ujar Umar dari Lembaga Survei Nasional.
Ia mengutip hasil survei LSN baru-baru ini dimana 42,8 persen responden mengatakan popularitas kelompok-kelompok Islam akan jatuh dan hanya 21,6 persen yang memperkirakan mereka akan mendapat lebih banyak suara.
Para ahli mengatakan sebab-sebab penurunan itu ada pada pengorganisasian yang buruk, konflik internal dan skandal-skandal korupsi, serta pemikiran bahkan di kalangan Muslim konservatif bahwa tidak ada lagi kewajiban untuk memberi suara pada sebuah partai yang menggambarkan dirinya “Islamis.”
"Bertahun-tahun lalu, jika Anda seorang Muslim yang taat maka Anda akan memilih partai Islam, tapi sekarang tidak lagi,” ujar Greg Fealy, seorang ahli Indonesia di Australian National University.
Sebagian besar pemilih, tambahnya, sekarang memberikan suaranya pada partai-partai dengan rekam jejak yang solid untuk mengatur negara. (AFP)
“Skandal telah memberikan partai-partai Islam citra yang buruk,” ujar Umar S. Bakry dari Lembaga Survei Nasional.
Kontroversi memuncak minggu lalu ketika pengadilan tindak pidana korupsi menghukum mantan presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Luthfi Hasan Ishaaq, 16 tahun penjara karena penyuapan dan pencucian uang terkait impor daging sapi.
Selama penyelidikan, terbuka juga skandal-skandal seks dan pernikahan dengan gadis di bawah umur yang melibatkan Luthfi dan teman dekatnya Ahmad Fathanah, yang dipenjara untuk 14 tahun pada November.
PKS sendiri mengecilkan skandal tersebut dan bersikeras masih berada di jalur yang benar untuk mendapat hasil kuat pada pemilihan legislatif April mendatang.
Namun jajak-jajak pendapat pada beberapa bulan terakhir menunjukkan partai tersebut mendapat suara jauh lebih kecil dibandingkan hampir 8 persen yang didapatnya pada pemilihan-pemilihan 2009, dan ada kemarahan publik terhadap partai ini.
Kontroversi ini juga berisiko membuat semua partai Islam terimbas, padahal mereka sendiri sudah kesulitan mendapatkan suara, menurut para analis.
Lima partai Islam utama, termasuk PKS, mendapat suara gabungan lebih dari 25 persen pada pemilihan legislatif 2009. Meski partai-partai mengira suara mereka terus berkurang pada tahun-tahun terakhir, skandal PKS dapat berarti penurunan itu lebih tajam dan cepat, ujar Umar dari Lembaga Survei Nasional.
Ia mengutip hasil survei LSN baru-baru ini dimana 42,8 persen responden mengatakan popularitas kelompok-kelompok Islam akan jatuh dan hanya 21,6 persen yang memperkirakan mereka akan mendapat lebih banyak suara.
Para ahli mengatakan sebab-sebab penurunan itu ada pada pengorganisasian yang buruk, konflik internal dan skandal-skandal korupsi, serta pemikiran bahkan di kalangan Muslim konservatif bahwa tidak ada lagi kewajiban untuk memberi suara pada sebuah partai yang menggambarkan dirinya “Islamis.”
"Bertahun-tahun lalu, jika Anda seorang Muslim yang taat maka Anda akan memilih partai Islam, tapi sekarang tidak lagi,” ujar Greg Fealy, seorang ahli Indonesia di Australian National University.
Sebagian besar pemilih, tambahnya, sekarang memberikan suaranya pada partai-partai dengan rekam jejak yang solid untuk mengatur negara. (AFP)
21:50
Nasib Atut di Banten Tergantung Mendagri
Menurut Heriyanto, Kepala Bagian Humas dan Tata Usaha Ditjen Imigrasi,
membenarkan bahwa nama Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah Chasan di
paspor tanpa memakai nama Ratu dan identitas kebangsawanan Banten.
TEMPO/Dhemas Reviyanto
Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Abraham Samad, tak akan memberikan
sikap tertulis kepada Kementerian Dalam Negeri soal status tersangka
Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah.
"Pengumuman secara resmi hari ini harus ditafsirkan oleh Kementerian Dalam Negeri sebagai pemberitahuan resmi, bukan hanya kepada Kementerian tetapi juga seluruh masyarakat Indonesia," kata Abraham dalam konferensi pers di Gedung KPK, Selasa, 17 Desember 2013. Pada 16 Desember 2013, komisi antirasuah menerbitkan surat perintah penyidikan atas nama Atut dalam dugaan suap penyelesaian sengketa pilkada Lebak di Mahkamah Konstitusi.
Abraham mengatakan, keputusan mengenai status Atut sebagai kepala daerah adalah kewenangan Kementerian Dalam Negeri. "Kami tetap berpatokan kepada undang-undang yang ada. Tanpa kami minta, kalau undang-undang bisa diterjemahkan secara baik oleh pelaksana undang-undang, maka dialah yang akan melakukan eksekusi selanjutnya," kata Abraham.
Dari gelar perkara pada pekan lalu, Atut disimpulkan terlibat bersama-sama adiknya Tubagus Chaeri Wardana menyuap mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar. Selain suap di MK, Atut juga diselidiki perannya dalam korupsi pengadaan alat kesehatan di Provinsi Banten.
"Dalam kasus alat kesehatan yang bersangkutan sudah ditetapkan sebagai tersangka, namun masih perlu direkonstruksikan perbuatan-perbuatan serta pasal-pasalnya sehingga sprindik kasus alat kesehatan menyusul kemudian," kata Samad.
"Pengumuman secara resmi hari ini harus ditafsirkan oleh Kementerian Dalam Negeri sebagai pemberitahuan resmi, bukan hanya kepada Kementerian tetapi juga seluruh masyarakat Indonesia," kata Abraham dalam konferensi pers di Gedung KPK, Selasa, 17 Desember 2013. Pada 16 Desember 2013, komisi antirasuah menerbitkan surat perintah penyidikan atas nama Atut dalam dugaan suap penyelesaian sengketa pilkada Lebak di Mahkamah Konstitusi.
Abraham mengatakan, keputusan mengenai status Atut sebagai kepala daerah adalah kewenangan Kementerian Dalam Negeri. "Kami tetap berpatokan kepada undang-undang yang ada. Tanpa kami minta, kalau undang-undang bisa diterjemahkan secara baik oleh pelaksana undang-undang, maka dialah yang akan melakukan eksekusi selanjutnya," kata Abraham.
Dari gelar perkara pada pekan lalu, Atut disimpulkan terlibat bersama-sama adiknya Tubagus Chaeri Wardana menyuap mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar. Selain suap di MK, Atut juga diselidiki perannya dalam korupsi pengadaan alat kesehatan di Provinsi Banten.
"Dalam kasus alat kesehatan yang bersangkutan sudah ditetapkan sebagai tersangka, namun masih perlu direkonstruksikan perbuatan-perbuatan serta pasal-pasalnya sehingga sprindik kasus alat kesehatan menyusul kemudian," kata Samad.
sumber : TEMPO.CO
by.mediakita
21:30
Nasib Gubernur Banten Pasca ditetapkan sebagai tersangka
Pasca ditetapkan sebagai
tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Gubernur Banten Ratu
Atut Chosiyah bak hilang ditelan bumi. Padahal baru 2 hari status
tersangka itu disematkan pada sang 'Ratu' Banten tersebut. Atut juga
diketahui tidak berada di kediamannya, di Jalan Bhayangkara Nomor 51,
Kecamatan Cipocok Jaya, Serang.
Bahkan kondisi rumah Ketua DPP Partai Golkar Bidang
Pemberdayaan Perempuan itu kini tampak sedikit mencekam. Pasalnya,
puluhan jawara berpakaian hitam-hitam dan berkopiah hitam berjaga-jaga
di sana. Bahkan, sekitar 5 Anggota Sartpol PP Pemerintah Provinsi Banten
juga turut menjaga kediaman Atut.
Pantauan Liputan6.com,
Selasa (18/12/2013) malam, meski dijaga, namun tidak terlihat aktifitas
mencolok oleh penghuni dari dalam rumah. Para jarawa berjaga di dalam
dan di luar rumah. Sedangkan Satpol PP berjaga di pos keamanan samping
rumah Atut.
Para jawara itu memang sengaja menjaga rumah sang Ratu
dari siapa pun yang dianggap tidak mempunyai kepentingan di mata
mereka. Sebab, mereka melarang awak media yang hendak mengkonfirmasi
supir angkot yang keluar dari rumah Ratu Atut.
Angkot itu sempat
masuk ke pekarangan rumah dalam keadaan kosong dan keluar juga dalam
keadaan kosong. Karena dianggap ada sesuatu, maka para awak media
mendekati angkot untuk menanyakan ke sopir. Namun, sejumlah jawara
melarang awak media meminta keterangan si sopir.
Tasyakuran
Berbeda
dengan suasana di rumah Atut, para mahasiswa IAIN Sulthan Maulana
Hasanudin justru mengadakan acara tasyakuran sebagai ucapan rasa syukur
atas ditetapkannya Atut sebagai tersangka oleh KPK. Acara tersebut
dilakukan dengan berbagai kegiatan. Seperti memotong susunan tahu yang
menyerupai tumpeng, pembacaan puisi, dan sejumlah orasi.
Mereka juga melakukan doa bersama dan menyalakan kembang api 'merayakan' penetapan Atut sebagai tersangka.
"Kita
tetap berorientasi kepada cita-sita Banten, di mana untuk
mensejahterakan Banten. Tetapi, Banten malah semakin hancur semenjak
dipimpin Atut dan kroninya," kata Sobari, Ketua Himpunan Mahasiswa
Serang. (Osc/Rmn)
sumber : new.liputan6.com
Subscribe to:
Posts
(
Atom
)
