Tiap awal musim semi, orang China yang berlatar belakang
sebagai petani bercocok tanam agar pada musim gugur mereka dapat menuai
hasil panen dari bercocok tanam dan menyimpannya untuk musim semi
berikutnya. Hal itu dikarenakan pada musim dingin mereka tidak dapat
bercocok tanam dan tidak mendapatkan penghasilan. "Namun sebelum
bercocok tanam, mereka melakukan upacara untuk meminta berkat dari Tuhan
supaya pada musim gugur para petani dapat memanen hasil cocok tanam
mereka." jelas dosen Sastra Tionghoa tersebut.
Kemudian, beliau juga melanjutkan bahwa pada Dinasti Han
perayaan upacara yang dilakukan oleh orang China sebelum bercocok tanam
dijadikan sebagai tahun baru penanggalan China yaitu bulan 1 tanggal 1.
Terdapat dua macam penanggalan China yakni berdasarkan matahari dan
bulan. Pada penanggalan matahari yang biasa kita pakai berjumlah 365
hari sedangkan penanggalan bulan berjumlah 354 hari. Hari Imlek
dirayakan berdasarkan bulan oleh karena itu tiap tiga tahun sekali
mereka menambahkan bulan ke-13 yang dinamakan Bulan Lun yang
jumlahnya 33 hari agar sama dengan penanggalan matahari. Oleh karena
itulah, tiap tahun hari Imlek tidak berbeda jauh dengan hari Imlek
sebelumnya, sekitar akhir Januari atau Februari.
sumber : http://tionghoa.petra.ac.id




